Di Balik Layar


Adalah seorang putri dari orang tua yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, mendidik dengan lemah lembut, mengarahkan tanpa paksaan. Orang tua yang telah begitu banyak berkorban demi kebahagiaan putra-putrinya. Menahan lapar demi kenyangnya perut kami, menahan kantuk demi lelapnya tidur kami, hidup seadanya demi terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kami. Sungguh kami tidak pernah mampu membalas kebaikan mereka. Yang bisa kami persembahkan hanya bakti ala kadarnya dan untaian doa bagi mereka:
“Rabbighfirlii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shogiiroo”

Adalah seorang istri dari suami yang Allah telah memberi ana hidayah melalui perantaranya. Suami yang penyabar terhadap segala kekurangan istrinya. Suami yang selalu menasihati kepada kebaikan, mengingatkan saat ana tersalah, memberi semangat untuk berilmu kemudian mengamalkannya. Suami yang senyumnya menyejukkan hati, tatapannya memberikan ketenangan di hati, keberadaannya selalu dinanti. Tak bisa ana berkhidmat secara sempurna kepada beliau layaknya Ummahatul Mukminin kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hanya mampu mempersembahkan cinta sederhana dengan cara yang sederhana. Do’a untukmu duhai suamiku, kekasih hatiku:
“Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata ‘ayunin waj ‘alnaa lil muttaqiina imaamaa”

Adalah seorang ibu dari putri kecil yang cantik jelita. Putri yang kami harapkan bisa menjadi seorang ustadzah, hafizhah, da’I salafiyyah ilallah. Putri yang membuat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangga dengan melahirkan banyak keturunan. Putri yang hanya beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak kepada selain-Nya dengan ikhlas dan mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ibu hanya bisa merawat, mendidik dan membesarkanmu dengan segala keterbatasan yang ada pada diri ibu, semoga kamu bisa memakluminya duhai putriku. Kulantunkan do’a bagi penyejuk mataku:
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38)
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (QS Ibrahim: 40)”
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al Ahqaf: 15)

Hanyalah seorang thulaib yang Alhamdulillah telah mulai ta’lim di Ma’had Ta’zhimus Sunnah Samarinda. Juga mengambil ilmu dengan membaca buku-buku karya Ulama Ahlus Sunnah dan Asatidzah Ahlus Sunnah juga mendengarkan ceramah-ceramah Asatidzah Ahlus Sunnah yang telah tersebar dalam bentuk CD maupun hasil download di internet. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada ana dan keluarga agar istiqomah dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “…Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga…” (HR Muslim No. 2699)

Hanya seorang muslimah yang mencoba berbagi melalui blog ini dengan harapan dapat sedikit ikut membantu menyebarkan Dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga memberikan sedikit manfaat bagi pengunjung yang tengah meluangkan waktunya untuk membaca artikel-artikel yang tersaji di blog ini. Artikel-artikel yang tersaji di blog ini merupakan hasil copy paste dari situs-situs yang dikelola oleh Ahlus Sunnah, insyaAllah; ebook-ebook yang didownload dari situs Ahlus Sunnah; dan sebagian kecilnya dari kutipan ana terhadap buku-buku yang ditulis oleh Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Akhir kata ana hanya bisa berdo’a,
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS Ali Imran: 8 )
Yaa muqallibal quluub tsabbit qolby ‘alaa diinika.

Ditulis oleh Seorang yang Sangat Butuh terhadap Ampunan Allah dan Keridhaan-Nya.
Ummu ‘Aisyah Fazrin As-Sundawiyyah

12 respons untuk ‘Di Balik Layar

  1. bismillaah…
    assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh..
    atas untaian kata-kata indah anti diatas, ana ucapkan Aamiin Allahumma aamiin, semoga Allah subhanahu wata’ala kabulkan..
    salam kenal dari ana umm…
    ummu aisyah rizast di bekasi

    1. Wa’alaykumussalam warohmatullah wabarokatuh
      Alhamdulillah Yang telah menciptakan kata-kata dan memiliki sebaik-sebaik perkataan.
      Jazaakillahu khoir atas do’anya um..
      Salam kenal kembali, semoga kita bisa menjadi saudara yang saling mencintai karena Allah.
      Oia, gambar2 di blog anti bagus2, ana izin copy n publish sebagiannya di blog ini ya..
      Baarokallahu fiikum..

  2. Bismillaah…
    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…

    Adalah kami yang berucap syukur bisa bertemu blog yang penuh ilmu ini,, semoga bisa saling berbagi faedah dan ukhuwwah ini mendapat keridhoan Allah Ta’ala…
    Baarokallahu fiikum…

  3. Assalamualaykum. Masyaallah, ana membaca blog2 ummahat salafi rasanya adem sekali. Ana baru berapa bulan belajar manhaj salaf, dan ana benar2 merasa nyaman dan indah sekali. Semoga Allah memberikah ana hidayah untuk menjadi muslimah yang kaffah. Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s